Kalender Liturgi hari ini
Kitab Hukum Kanonik
KITAB SUCI +Deuterokanonika
: - Pilih kitab kitab, masukan bab, dan nomor ayat yang dituju
Katekismus Gereja Katolik
No. : masukkan no. katekismus yang dikehedaki,( 67, 834 / 883-901)
SEJARAH PAUS

Ensiklik & Surat Paus

Dokumen KV 2

No:
masukkan no. yang dikehendaki - 0 (nol) untuk melihat daftar isi -(catatan kaki lihat versi Cetak)

223. Paulus IV (1555-1559)

Paulus adalah orang Naples yang dilahirkan di Capriglio dekat Benevento pada 28 Juni 1476. Dulu ia bernama Giovanni Pietro Carafa. Sebagai seorang uskup, ia bersama dengan San Gaetano de Thiene mendirikan ordo Theatine untuk perawatan orang sakit dan terluka. Dengan wataknya yang asketik, bersemangat dan terguh pendirian membuat ia terpilih menjadi paus pada 26 Mei 1555. Ia berusaha mereformasi Gereja yang selalu diimpikannya. Pernyataannya yang keras secara radikal mengubah aturan kehidupan Kuria dan kehiudpan religius. Ia menggunakan metode keras untuk mencapai tujuannya bahkan terhadap orang-orang termasyur sekalipun. Ia dikenal sebagai pribadi yang tidak kenal kompromi. Ia juga bersikap keras terhdap kaum Protestan. Pengadilan Inkuisisi merupakan alat utama yang digunakannya. Hal itu diterapkannya baik terhadap orang-orang Katolik maupun Protestan. Inilah tahun-tahun terror: penganiayaan dilakukan tanpa belas kasih. Maria Tudor, puteri Henri III dan Katarina dari Aragon melakukan hal yang tidak masuk akal terhadap orang Anglikan, sehingga dikenal sebagai “bloody Mary” (maria berdarah). Tetapi hal itu gagal karena saudarinya<, Elisabeth I yang menjadi penerusnya kembali ke agama Anglikan, agama yang dibentuk oleh ayahnya, Raja Henri VIII. Paus Paulus IV tidak mau kompromi dan tidak mau tahu dengan komunitas Yahudi yang telah hidup di Roma sejak zaman Romawi Kuno dengan menaikkan pajak dan menghalangi mereka melakukan karya seni atau pekerjaan untuk mendapat tempat tinggal serta melarang para dokter Yahudi merawat pasien-pasien Kristen. Ia juga memerintahkan orang-orang Yahudi untuk tinggal di sebuah ruang bawah tanah (grotto) dimana pintu-pintunya ditutup pada malam hari dan susah untuk keluar. Maka wajarlah apabila orang-orang Yahudi menginginkan supaya ia mati saja agar mereka bebas. Paus Paulus mengembangkan ide Paus Marsellus II mengenai peratura kependudukan yang kemudian dikenal dengan “Poliglotta Vaticana”. Sekretarisnya, Mgr. Della Casa menjadi pengarang buku terkenal “Il Galateo”, tentang sopan santun orang Italia.

Paus Paulus wafat karena penyakit gembur-gembur (beri-beri) pada 18 Agustus 1559. Berita tersebar begitu cepat dan memicu suatu pemberontakan di antara rakyat yang menduduki Gedung Inkuisisi, membebaskan para tahanan dan membakar gedung setelah mereka merobohkan patung paus yang berdiri di Campidoglio.